PT. Agrobisnis Food Indonesia mengembangkan proses produksi yang terintegrasi mulai dari penerimaan bahan baku hingga produk siap didistribusikan.
Dengan dukungan fasilitas, peralatan, teknologi produksi, dan pengendalian kualitas, setiap tahapan dirancang untuk mendukung produktivitas, efisiensi, kebersihan, serta konsistensi produk.
Kualitas produk dimulai dari kualitas bahan baku dan proses yang dilakukan secara konsisten.
Kegiatan produksi kami dikembangkan melalui tahapan yang terstruktur untuk memastikan bahan baku dapat diolah menjadi produk pangan sesuai dengan kebutuhan produksi dan pasar.
Kedelai dan bahan pendukung produksi diperiksa sebelum memasuki proses pengolahan. Pemilihan bahan baku menjadi tahap awal untuk mendukung kualitas dan konsistensi produk.
Bahan baku dibersihkan dan direndam sebagai bagian dari persiapan sebelum memasuki proses pengolahan berikutnya. Tahapan ini dilakukan sesuai kebutuhan masing-masing produk.
Kedelai diproses menggunakan mesin dan peralatan yang disesuaikan dengan kebutuhan produksi. Penggunaan peralatan membantu mendukung proses kerja yang lebih terukur dan efisien.
Proses pemanasan dilakukan sesuai dengan kebutuhan produk untuk mendukung hasil produksi yang konsisten. Pengendalian proses menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pengolahan.
Khusus pada produksi tahu, sari kedelai diproses dan disaring sebelum melalui proses penggumpalan serta pencetakan. Produk kemudian dipotong sesuai dengan kebutuhan produksi.
Pada produksi tempe, kedelai yang telah melalui tahapan pengolahan dan pemberian ragi dikemas kemudian ditempatkan pada area fermentasi. Proses memperhatikan kondisi yang dibutuhkan untuk hasil terbaik.
Produk yang telah selesai diproses dikemas sesuai dengan kebutuhan untuk menjaga kebersihan, kualitas, dan kemudahan distribusi.
Produk yang telah selesai diproduksi ditempatkan pada area penyimpanan produk jadi sebelum dilakukan proses pengiriman kepada jaringan pasar dan konsumen.




Kami memandang pengendalian kualitas bukan hanya sebagai pemeriksaan pada akhir proses, tetapi sebagai bagian dari keseluruhan kegiatan produksi. Pengawasan dilakukan untuk mendukung:
Menjaga karakteristik dan mutu produk agar tetap sesuai dengan kebutuhan produksi.
Mendukung hasil produksi yang lebih seragam dari waktu ke waktu.
Memperhatikan kebersihan bahan, peralatan, area, serta proses pengolahan.
Mengidentifikasi peluang perbaikan proses untuk mengurangi pemborosan dan meningkatkan produktivitas.
Mendukung proses pengolahan yang memperhatikan aspek kebersihan dan keamanan pangan.
"Quality is not only checked at the end. It is built throughout the process."


Untuk mendukung kegiatan operasional, perusahaan mengembangkan fasilitas yang disesuaikan dengan kebutuhan pengolahan dan distribusi produk.
Area untuk menerima dan melakukan pemeriksaan awal terhadap bahan yang masuk.
Tempat penyimpanan bahan sebelum memasuki kegiatan produksi.
Fasilitas untuk mempersiapkan kedelai sebelum memasuki tahapan pengolahan.
Peralatan yang digunakan untuk mendukung berbagai proses pengolahan bahan baku.
Tangki dan peralatan pemasakan untuk mendukung proses produksi.
Peralatan penyaringan untuk mendukung pengolahan produk, khususnya pada proses produksi tahu.
Fasilitas untuk membentuk dan menyesuaikan produk tahu sesuai kebutuhan.
Area yang digunakan untuk mendukung proses fermentasi tempe.
Fasilitas yang digunakan untuk membantu proses pengemasan produk sebelum penyimpanan dan distribusi.
Area penyimpanan produk yang telah selesai diproduksi dan siap dikirim.
Fasilitas untuk mendukung aktivitas penerimaan bahan dan pengiriman produk.



Perusahaan terus mendorong penggunaan mesin dan peralatan produksi sebagai bagian dari pengembangan industri pangan yang lebih modern. Pemanfaatan teknologi diarahkan untuk mendukung empat aspek utama:
Meningkatkan kemampuan produksi secara lebih terukur dan mendukung pertumbuhan kapasitas.
Membantu mempercepat proses kerja serta mengoptimalkan penggunaan bahan baku dan sumber daya.
Mendukung hasil produksi yang lebih seragam melalui proses dan peralatan yang terkontrol.
Mendukung penerapan proses pengolahan pangan yang lebih bersih melalui penggunaan peralatan yang sesuai.
Kami membangun proses produksi yang saling terhubung agar setiap tahapan dapat berjalan secara efektif. Integrasi setiap tahapan membantu perusahaan membangun proses kerja yang lebih terstruktur, terukur, dan siap dikembangkan.
Pengadaan dan pemeriksaan bahan baku.
Pengolahan bahan baku sesuai jenis produk.
Pemeriksaan proses dan hasil produksi.
Pengemasan produk.
Penyimpanan produk jadi.
Pengiriman produk menuju pasar dan konsumen.
Industri pangan terus mengalami perubahan, baik dari sisi kebutuhan konsumen, teknologi, efisiensi, maupun persaingan pasar. Karena itu, PT. Agrobisnis Food Indonesia berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan mengembangkan proses produksi.
Mencari peluang penggunaan mesin dan teknologi yang dapat meningkatkan performa produksi.
Mengoptimalkan penggunaan bahan baku, energi, waktu, dan tenaga.
Mengeksplorasi produk dan inovasi baru yang memiliki nilai tambah.
Mendorong peningkatan kemampuan sumber daya manusia yang terlibat dalam kegiatan operasional.
Mengidentifikasi peluang perbaikan pada setiap tahapan produksi.
Pengembangan fasilitas dan teknologi merupakan bagian dari langkah perusahaan untuk membangun industri pangan yang lebih produktif dan adaptif.
Ke depan, perusahaan akan terus mengeksplorasi peluang modernisasi fasilitas, pengembangan teknologi produksi, digitalisasi proses, peningkatan kapasitas, serta penguatan sistem pengendalian kualitas.
"Kami percaya bahwa teknologi bukan sekadar alat produksi, tetapi bagian dari cara perusahaan menciptakan kualitas, efisiensi, dan pertumbuhan yang berkelanjutan."
Kami terus membangun proses produksi yang lebih baik untuk menghasilkan produk pangan yang berkualitas dan mampu menjawab kebutuhan pasar.
PT. Agrobisnis Food Indonesia
Dari bahan baku hingga produk jadi, setiap proses memiliki nilai.